KIAT UNTUK MENGHADAPI HAWA NAFSU
Sebenarnya hawa dan nafsu adalah istilah terpisah, dan memiliki pengertian sendiri-sendiri. Hawa merupakan sumber kedurhakaan, dan merupakan makanan bagi nafsu,
Tips menghadapi hawa nafsu :
~Membatasi keinginan-keinginan kita. andaikan ada 10 keinginan, kita kabulkan 3 saja. Misalnya ia menuntuk banyak, kita beri sedikit saja, jika sudah terbiasa nanti ia akan merasa cukup.
~Memikirkan dengan baik akibat dari tindakan kita kelak.
~Membayangkan keutamaan yang kita peroleh dengan mengendalikan hawa nafsu.
~Menunda tindakan atau keputusan yang kita ambil. Karena dengan lewatnya waktu dengan keinginan-keinginan yang menggebu itu biasanya akan berubah atau melemah.
~Mengalihkan hal-hal menarik lainnya yang lebih aman.
~Membaca dan memahami tips-tips cara mengendalikan hawa nafsu.
~Bergaul dengan para ahli riyadhah untuk membangkitkan semangat.
~Tidur lebih awal. Biasanya ketika bangun tidur keinginan-keinginan kita melemah atau hilang sama sekali,
~Amati keinginan-keinginan itu dan kendalikanlah sebagai pelajaran untuk mengalahkannya di waktu lain.
Kebanyakan kegiatan kaum awam hanyalah berupa formalitas (rusum) dan adat kebiasaan. Mereka hanya memperhatikan bentuk lahiriah amal dan mengabaikan rahasia yang terkandung di dalamnya. Lain hal ny dengan kaum arifin, perhatian mereka kepada berbagai rahasia yang tersembunyi dalam ketaatan dan manfaat dari ibadah yang mereka lakukan.
Diibaratkan burung elang yang lebih setelah melesat ke angkasa, ia lalu melipat sayapnya menukik menuju sarangnya untuk istirahat, demikian diri kita memasuki tidur tanpa mimpi, dimana ia dibebaskan dari segala nafsu.
Tips menghadapi hawa nafsu :
~Membatasi keinginan-keinginan kita. andaikan ada 10 keinginan, kita kabulkan 3 saja. Misalnya ia menuntuk banyak, kita beri sedikit saja, jika sudah terbiasa nanti ia akan merasa cukup.
~Memikirkan dengan baik akibat dari tindakan kita kelak.
~Membayangkan keutamaan yang kita peroleh dengan mengendalikan hawa nafsu.
~Menunda tindakan atau keputusan yang kita ambil. Karena dengan lewatnya waktu dengan keinginan-keinginan yang menggebu itu biasanya akan berubah atau melemah.
~Mengalihkan hal-hal menarik lainnya yang lebih aman.
~Membaca dan memahami tips-tips cara mengendalikan hawa nafsu.
~Bergaul dengan para ahli riyadhah untuk membangkitkan semangat.
~Tidur lebih awal. Biasanya ketika bangun tidur keinginan-keinginan kita melemah atau hilang sama sekali,
~Amati keinginan-keinginan itu dan kendalikanlah sebagai pelajaran untuk mengalahkannya di waktu lain.
Kebanyakan kegiatan kaum awam hanyalah berupa formalitas (rusum) dan adat kebiasaan. Mereka hanya memperhatikan bentuk lahiriah amal dan mengabaikan rahasia yang terkandung di dalamnya. Lain hal ny dengan kaum arifin, perhatian mereka kepada berbagai rahasia yang tersembunyi dalam ketaatan dan manfaat dari ibadah yang mereka lakukan.
Diibaratkan burung elang yang lebih setelah melesat ke angkasa, ia lalu melipat sayapnya menukik menuju sarangnya untuk istirahat, demikian diri kita memasuki tidur tanpa mimpi, dimana ia dibebaskan dari segala nafsu.



Komentar
Posting Komentar